Menyatukan keturunan Huang, melestarikan warisan budaya leluhur
Marga Huang (黄) adalah salah satu marga tertua dan terbesar dalam sejarah Tiongkok, saat ini menempati peringkat ketujuh sebagai marga dengan populasi terbesar di Tiongkok Daratan. Akar sejarahnya yang mulia dapat ditelusuri hingga lebih dari 4.000 tahun silam, berawal dari Negara Huang (黄国 - Huáng Guó) pada zaman Dinasti Zhou. Negara ini terletak di region Henan dan Hubei sekarang, dan nama marga Huang diwarisi dari nama negara tersebut, sebuah praktik yang umum pada masa itu, sehingga menyebar luas sebagai sebuah identitas marga dan klan keluarga.
Gelombang emigrasi leluhur Marga Huang ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia, memuncak antara abad ke-17 hingga ke-19. Mereka adalah bagian dari diaspora besar dari Tiongkok Selatan, yang meninggalkan kampung halaman akibat pergolakan politik, bencana kelaparan, dan untuk mencari kehidupan yang lebih baik.
Para perintis ini terutama berasal dari Provinsi Fujian (福建省), Guangdong (广东省), dan Hainan (海南省), mencerminkan sebaran geografis yang luas dari leluhur marga Huang.
Dengan menaiki kapal layar, mereka mengarungi lautan menuju Nusantara—yang kala itu merupakan Hindia Belanda. Titik-titik awal penempatan mereka adalah pelabuhan-pelabuhan utama seperti Batavia (sekarang Jakarta), Semarang, Surabaya, dan Medan. Dengan semangat pantang menyerah dan etos kerja keras, mereka memulai hidup baru, yang pada waktu itu mayoritas memulai profesi sebagai pedagang, pengrajin, dan pengusaha.
Marga Huang berpegang pada nilai-nilai yang diajarkan oleh leluhurnya. Nilai-nilai inti seperti berbakti kepada orang tua, pentingnya pendidikan, menjaga solidaritas keluarga, dan mengabdi kepada negara menjadi landasan kokoh bagi mereka untuk mempertahankan identitas budaya sambil beradaptasi di lingkungan baru.
Menghormati dan merawat orang tua sebagai fondasi keluarga
Mengutamakan pendidikan sebagai kunci kemajuan
Menjaga ikatan keluarga yang kuat dan saling mendukung
Berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa Indonesia
Seiring waktu, komunitas Marga Huang tumbuh subur dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pembangunan bangsa Indonesia. Untuk merawat tali persaudaraan, para sesepuh marga kemudian mendirikan berbagai perkumpulan yang bergerak di bidang sosial budaya, keagamaan, pendidikan, hingga filantropi—seluruhnya bergerak dengan semangat yang sama untuk memajukan bangsa Indonesia sembari memperkenalkan dan melestarikan budaya Tionghoa-Indonesia kepada masyarakat.
Perhimpunan Marga Huang Jakarta hadir sebagai wadah untuk menyatukan semua keturunan Huang, melestarikan warisan budaya leluhur, dan bersama-sama berkontribusi bagi kemajuan masyarakat, sambil terus menghormati jejak sejarah panjang dari marga ini.
Jadilah bagian dari keluarga besar Marga Huang Jakarta